Ruang bawah tanah memiliki banyak fungsi seperti untuk tempat penyimpanan, tempat parkir, dan berbagai manfaat ruang lainnya. Namun karena letaknya berada di bawah rumah, tergali ke dalam tanah, jadi apabila penghitungan konstruksinya meleset atau ada komponen yang terlewat, bisa-bisa rumah jadi amblas!
Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membangun basement:
Karena ruang bawah tanah berada di bawah rumah dan tertutup, kadar oksigen yang dibutuhkan di dalam ruangan ini otomatis jadi besar. Solusinya, Anda bisa memasang exhaust fan agar udara dari luar bisa masuk ke dalam ruangan.
Hitung anggaran pembangunan sebaik mungkin. Jangan sampai proyek pembangunan basement terhenti di tengah jalan karena akan berakibat pada melemahnya kekokohan rumah.
Garis batas luar pengaman atau yang disebut dengan sempadan adalah garis yang ditetapkan ketika sedang membangun sebuah ruangan atau bangunan. Garis ini harus dibangun sejajar dengan jalan dan tinggi tanah di sekitar rumah untuk memperkuat bangunan basement. Pastikan garis sempadan tidak menghalangi alat-alat yang terpasang di bawah tanah seperti kabel listrik, pipa air, akar pohon, dan lain-lain.
Ketika membangun ruang bawah tanah, pastikan Anda menggunakan bahan dan material yang berkualitas dan cocok. Karena pasalnya letaknya tertekan oleh material pokok pembangun rumah di atasnya.
Kelembapan merupakan masalah yang paling sering ditemukan pada banyak basement karena letaknya yang dihimpit oleh tanah dan pondasi rumah. Selain membangun jendela, Anda bisa mengecat dinding basement menggunakan lapisan cat anti air agar dinding tidak basah saat hujan.
Berkeinginan membangun basement pada bangunan Anda? Segera konsultasikan keinginan dan kebutuhan bangunan Anda pada Sarana Konstruksi dengan menghubungi kami di nomor 0811-9772-998 atau klik link yang tertera di bio.

