Dalam membuat suatu bangunan, keselamatan adalah hal utama yang diperhatikan. Salah satunya adalah dari bencana alam yang tidak terduga, seperti gempa bumi.
Berikut beberapa teknologi konstruksi bangunan tahan gempa yang telah digunakan:
- Fondasi yang fleksibel
Salah satu cara untuk menahan gaya gempa adalah dengan mengangkat fondasi bangunan di atas permukaan bumi. Sehingga ketika terjadi guncangan akibat gempa, struktur bangunan akan tetap stabil
- Peredam kejut
Terdapat dua jenis peredam, yaitu perangkat kontrol getaran dan pendulum power. Perangkat kontrol getaran dipasang pada balok menggunakan piston atau oli untuk menyerap goncangan gempa. Sedangkan pendulum power biasanya digunakan pada gedung pencakar langit. Bentuknya seperti bola besar dengan kabel baja dan menggunakan sistem hidrolik pada bagian atas gedung. Jadi ketika bangunan mulai bergoyang, bola akan bertindak sebagai pendulum dan bergerak ke arah yang berlawanan untuk menstabilkan arah.
- Melindungi bangunan dari getaran
Teknologi konstruksi tahan gempa lainnya adalah dengan menangkal kekuatan gempa melalui eksperimen membelokkan atau mengalihkan energi dari gempa bumi secara bersamaan. Inovasi ini dikenal dengan sebutan seismic invisibility cloak atau jubah tembus pandang seismic.
- Teknologi konstruksi Jepang
Jepang menggunakan sistem sensor airbag. Sehingga saat getaran dari dalam bumi terdeteksi, sensor tersebut akan mengaktifkan kompresor yang akan memompa udara ke dalam airbag yang sudah terpasang di fondasi bangunan. Ruang dan bagian rumah pun akan aman dari kerusakan.
Sekarang Anda sudah lebih kenal tentang teknologi konstruksi tahan gempa, apakah Anda tinggal di lokasi yang rawan gempa? Apakah bangunan yang Anda tinggali sudah memenuhi standar keamanan tahan gempa?
Jika Anda memiliki rencana untuk membangun bangunan tahan gempa, segera konsultasikan kebutuhan bangunan Anda pada Sarana Konstuksi! Anda bisa menghubungi kami di nomor 0811-9772-998 atau klik link yang tertera di bio.

